2.21.2008

Kerana Dia Manusia Biasa


Setiap kali ada sahabat yang ingin menikah, saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suami/isterimu? Jawabannya ada bermacam-macam. Bermula dengan jawapan kerana Allah hinggalah jawapan duniawi.

Tapi ada satu jawapan yang sangat menyentuh di hati saya. Hingga saat ini saya masih ingat setiap detail percakapannya. Jawapan dari salah seorang

teman yang baru saja menikah. Proses menuju pernikahannya sungguh ajaib.

Mereka hanya berkenalan 2 bulan. Kemudian membuat keputusan menikah. Persiapan pernikahan mereka hanya dilakukan dalam waktu sebulan saja. Kalau dia seorang akhwat, saya tidak hairan. Proses pernikahan seperti ini selalu dilakukan.. Dia bukanlah akhwat, sebagaimana saya. Satu hal yang pasti, dia jenis wanita yang sangat berhati-hati dalam memilih suami.

Trauma dikhianati lelaki membuat dirinya sukar untuk membuka hati. Ketika dia memberitahu akan menikah, saya tidak menganggapnya serius. Mereka berdua baru kenal sebulan. Tapi saya berdoa, semoga ucapannya menjadi kenyataan. Saya tidak ingin melihatnya menangis lagi.

Sebulan kemudian dia menemui saya. Dia menyebutkan tarikh pernikahannya. Serta meminta saya untuk memohon cuti, agar dapat menemaninya semasa majlis pernikahan. Begitu banyak pertanyaan dikepala saya. Sebenarnya.. . ..!!!

Saya ingin tau, kenapa dia begitu mudah menerima lelaki itu. Ada apakah gerangan? Tentu suatu hal yang istimewa. Hingga dia boleh memutuskan untuk bernikah secepat ini. Tapi sayang, saya sedang sibuk ketika itu (benar-benar sibuk).

Saya tidak dapat membantunya mempersiapkan keperluan pernikahan. Beberapa kali dia menelefon saya untuk meminta pendapat tentang beberapa perkara. Beberapa kali saya telefon dia untuk menanyakan perkembangan persiapan pernikahannya. That's all...... Kami tenggelam dalam kesibukan masing-masing.

Saya menggambil cuti 2 hari sebelum pernikahannya. Selama cuti itu saya memutuskan untuk menginap dirumahnya. Pukul 11 malam sehari sebelum pernikahannya, baru kami dapat berbual hanya berdua. Hiruk pikuk persiapan akad nikah besok pagi, sungguh membelenggu kami. Pada awalnya kami ingin berbual tentang banyak hal.

Akhirnya, dapat juga kami berbual berdua. Ada banyak hal yang ingin saya tanyakan. Dia juga ingin bercerita banyak perkara kepada saya. Beberapa kali Mamanya mengetok pintu, meminta kami tidur.

"Aku tak boleh tidur.." Dia memandang saya dengan wajah bersahaja. Saya faham keadaanya ketika ini.

"Matikan saja lampunya, biar disangka kita dah tidur."

"Ya.. ya." Dia mematikan lampu neon bilik dan menggantinya dengan lampu yang samar. Kami meneruskan perbualan secara berbisik-bisik.

Suatu hal yang sudah lama sekali tidak kami lakukan. Kami berbual banyak perkara, tentang masa lalu dan impian-impian kami. Wajah keriangannya nampak jelas dalam kesamaran. Memunculkan aura cinta yang menerangi bilik ketika itu. Hingga akhirnya terlontar juga sebuah pertanyaan yang selama ini saya pendamkan.

"Kenapa kamu memilih dia?" Dia tersenyum simpul lalu bangkit dari baringnya sambil meraih HP dibawah bantalku. Perlahan dia membuka laci meja hiasnya. Dengan bantuan lampu LCD HP dia mengais lembaran kertas didalamnya.

Perlahan dia menutup laci kembali lalu menyerahkan sekeping envelop kepada saya. Saya menerima HP dari tangannya. Envelop putih panjang dengan cop surat syarikat tempat calon suaminya bekerja. Apa ni. Saya melihatnya tanpa mengerti. Eeh..., dia malah ketawa geli hati.

"Buka aja." Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas putih bersaiz A4, saya melihat warnanya putih. Hehehehehehe. .......

"Teruknya dia ni." Saya menggeleng-gelengkan kepala sambil menahan senyum. Sementara dia cuma ketawa melihat ekspresi saya. Saya mula membacanya. Saya membaca satu kalimat diatas, dibarisan paling atas. Dan sampai saat inipun saya masih hafal dengan kata-katanya. Begini isi surat itu.......

************ ******* ******** *********

Kepada calon isteri saya, calon ibu anak-anak saya, calon menantu Ibu saya dan calon kakak buat adik-adik saya

Assalamu'alaikum Wbt

Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat ini hingga akhir. Baru kemudian silakan dibuang atau dibakar, tapi saya mohon, bacalah dulu sampai selesai.

Saya, yang bernama ............ ... menginginkan anda ............ ..... untuk menjadi isteri saya. Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa. Buat masa ini saya mempunyai pekerjaan.

Tetapi saya tidak tahu apakah kemudiannya saya akan tetap bekerja. Tapi yang pasti saya akan berusaha mendapatkan rezeki untuk mencukupi keperluan isteri dan anak-anakku kelak.

Saya memang masih menyewa rumah. Dan saya tidak tahu apakah kemudiannya akan terus menyewa selamannya. Yang pasti, saya akan tetap berusaha agar isteri dan anak-anak saya tidak kepanasan dan tidak kehujanan.

Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapa kelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya. Untuk menutupi kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya. Saya hanya manusia biasa.. Cinta saya juga biasa saja.

Oleh kerana itu. Saya menginginkan anda supaya membantu saya memupuk dan merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa.

Saya tidak tahu apakah kita nanti dapat bersama-sama sampai mati. Kerana saya tidak tahu suratan jodoh saya. Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami dan ayah yang baik.

Kenapa saya memilih anda? Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya memilih anda. Saya sudah sholat istiqarah berkali-kali, dan saya semakin mantap memilih anda.

Yang saya tahu, Saya memilih anda kerana Allah. Dan yang pasti, saya menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah. Saya tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin menjadi lebih baik dari sekarang ini.

Saya memohon anda sholat istiqarah dulu sebelum memberi jawaban pada saya. Saya beri masa minima 1 minggu, maksima 1 bulan. Semoga Allah redho dengan jalan yang kita tempuh ini.

Amin

Wassalamu'alaikum Wr Wb

************ ********* *********

Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kali ini saya membaca surat 'lamaran' yang begitu indah.

Sederhana, jujur dan realistik. Tanpa janji-janji yang melambung dan kata yang berbunga-bunga. Surat cinta biasa.

Saya menatap sahabat disamping saya. Dia menatap saya dengan senyum tertahan.

"Kenapa kamu memilih dia......?"

"Kerana dia Manusia biasa....... . " Dia menjawab mantap. "Dia sedar bahawa dia manusia biasa. Dia masih punya Allah yang mengatur hidupnya.

Yang aku tahu dia akan selalu berusaha tapi dia tidak menjanjikan apa-apa. Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan terjadi pada kami kemudian hari. Entah kenapa, justru itu memberikan kesenangan tersendiri buat aku.."

"Maksudnya?"

"Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu besok masih ada. betuI tak? Paling tidak.... Aku tau bahawa dia tidak akan frust kalau suatu masa nanti kami jadi miskin.

"Ssttt...... ." Saya menutup mulutnya. Khuatir kalu ada yang tau kami belum tidur. Terdiam kami memasang telinga.

Sunyi. Suara jengkering terdengar nyaring diluar tembok. Kami saling berpandangan lalu gelak sambil menutup mulut masing-masing.

"Udah tidur. Besok kamu mengantuk, aku pula yang dimarahi Mama." Kami kembali berbaring. Tapi mata ini tidak boleh pejam. Percakapan kami tadi masih terngiang terus ditelinga saya.

"Gik.....?"

"Tidur...... Dah malam." Saya menjawab tanpa menoleh padanya. Saya ingin dia tidur, agar dia kelihatan cantik besok pagi. Rasa mengantuk saya telah hilang, rasanya tidak akan tidur semalaman ini.

Satu lagi pelajaran dari pernikahan saya peroleh hari itu. Ketika manusia sedar dengan kemanusiannya. Sedar bahawa ada hal lain yang mengatur segala kehidupannya. Begitu juga dengan sebuah pernikahan. Suratan jodoh sudah terpahat sejak ruh ditiupkan dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana dan berapa lama pernikahannya kelak. Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban tetapi sebuah 'proses usaha'. Betapa indah bila proses menuju pernikahan mengabaikan harta, tahta dan 'nama'.

Status diri yang selama ini melekat dan dibanggakan (aku anak orang ini/itu), ditanggalkan. Ketika segala yang 'melekat' pada diri bukanlah dijadikan pertimbangan yang utama. Pernikahan hanya dilandasi kerana Allah semata. Diniatkan untuk ibadah. Menyerahkan segalanya pada Allah yang membuat senarionya.

Maka semua menjadi indah. Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap HambaNYA. Hanya Allah yang mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu menyegerakan sebuah pernikahan.

Kita hanya boleh memohon keridhoan Allah. MemintaNYA mengurniakan barokah dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua yang akan menjaga ketenangan dan kemantapan untuk menikah. Jadi, bagaimana dengan cinta?

Ibu saya pernah berkata, Cinta itu proses. Proses dari ada, menjadi hadir, lalu tumbuh, kemudian merawatnya.

Agar cinta itu dapat bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam pernikahan yang suci. Cinta tumbuh kerana suami/isteri (belahan jiwa).

Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa, yang berusaha menggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa. Amin.

Wallahu 'alam

9.04.2007

Ceramah Umum


Kawan2 Semua...

SAtu ceramah umum (Penantian Ramadhan) akan disampaikan oleh uts hassan mahmud al hafiz seperti poster di bawah. semua di jemput hadir jika ada kelapangan.

Madrasah An-Nur, Taman Bukit Angkasa, Pantai Dalam Kuala Lumpur...


7.20.2007


Science Of Farting

7.06.2007

Pengajaran si Buggie



Isteriku Tercinta bersama seekor Australian Budgerigar...

Sudah 2 minggu berturut-turut aku kena “entertain” rombongan-rombongan ‘SEKOLAH ANAK ANGKAT PUSAT SAINS NEGARA’. Dan menurut salah Penolong Pengarah PSN, sepanjang bulan julai. Wah…Terus demam aku dengar!

Tak pelah dah tugasan, kena laksanalah. Amanah semua tu…

Bila rasa penat buat design dan report, aku pun gi ke pantry buat air. Biasanya Tongkat Ali mejadi pilihan. (Cewah…..) Lalu aku disebelah sangkar si Budgerigar. Ada Staff beritahu aku, ada tiga ekor burung Budgerigar baru lahir. Akupun jengok la…

Lama dok perhati, aku perasan sesuatu yang pelik…
1. Sang induk(ibu) tiada di tempat menetas. Entah ke mana dia merewang
2. Si Jantan(bapa) yang sibuk kehulu-kehilir. Terbang kesana sini.

Lama juga aku dengan tangan memegang gelas terpana disitu. Tak sedar aku kehadiran sorang pekerja landskap ke tempat aku berdiri.

“Yang paling sayang pada anak, bapa dialah” kata mamat tadi memecah bunyi decitan burung.
“Oh…yer ker!” jawab aku dalam keadaan penuh curiga.

Dia sambung lagi dengan pelat jawa Indonesia “Kalau yang terbang ke hulu hilir tu yang bapanya la, dia cari makan dan beri makan pada anak-anaknya. Biasanya kalu sudah 1 minggu ibunya tak duduk sana lagi”

Benarlah katanya, sambil menunjuk kepadaku si ibu anak-anak kecil tadi. Aku bertambah kagum. Bertapa ini satu ilmu baru yang aku dapat dari seorang pendatang yang bekerja sebagai landscaper di PSN. Betapa seimbang alam yang Allah ciptakan. Tiada batasan dalam mendapatkan ilmu. Mungkin kita yang kenal erti sains tekonologi serta IT tidak tahu akan cabang ilmu ini. Aku yakin ilmu begitu adalah ilmu dari pengalaman atau pemerhatian...

Sebagai contoh, aku design landscape dan bangunan dengan software@computer, tapi belum tentu aku dapat jelmakan dalam bentuk sebenar jika tanpa orang-orang ini yang merealisasikannya dalam keadaan sebenar…ilmu pertukangan aku xda…..Tapi mereka inlah yang merealisasikannya.Betapa kerdil aku rasa diri ini…..macam xda ilmu..

Dalam kes Budgerigar, setelah bertelur, mengeram sehingga ke menetas, si ibu sentiasa berada di sisi anaknya. Si bapa akan sentiasa mengawal di luar. Setelah 1 minggu, si ibu akan keluar dan tinggalkan anak-anaknya di bawah penjagaan si jantan. Jantanlah yang akan beri makan kepada anak-anaknya sehingga si anak pandai mencari makanan sendiri….walaupun gitu anak-anak baru belum pandai terbang dan hanya mampu berpaut pada jarring-jaring sangkar. Bila rasa lapar, anak-anak ni akan berdecit-decit memanggil untuk makan kerana lapar. Dan sibuk la si bapa ni ke hulu hilir memberi makan kepada 3 anak kesayangan dia..tak menang kepak@tak menang tangan (hehehehe). Subhanallah….

Banyak yang aku dapat daripada buggie ni (nama manja Budgerigar). Haiwan yang tidak berakal pun masih ada rasa tanggungjawab pada anak-anak/genarasi mereka sendiri. Bayangkan kita kalu ada anak 3 kembar… betapa besarnya pengorbanan ayah dan ibu pada kita.

Tak kira sakit demam,minum pakai, sekolah, belanja dan etc. Besarnya..tak terbalas sampai bila. Aku masih ingat waktu pertama memberi duit gaji pada bondaku. Terharunya bonda sampai mengalir air mata dia. Aku pasti, mereka tak terlalu mengharap balasan dari kita, tapi mungkin cukup sekadar kita ingat dan jalankan tugas sebagai anak…

p/s: peringatan buat diri sendiri

6 Julai 2007
Janshah

Allah Maha Adil


Seluruh kampung semacam tak percaya. Tapi itulah hakikatnya. Ramli, anak arwah Pak Hamid (bukan nama sebenar) pulang dari luar negara sebagai seorang jurutera dan HAFIZ. Semalam dia mengimamkan solat tarawih. Lunak dan lancar bacaannya. Mereka yang tidak kenal asal-usul Ramli, kagum. Mereka yang lebih mengenali, lebih kagum.

Saya adalah antara generasi anak kampung yang masih mengingati Pak Hamid. Malam setelah pulang dari solat tarawih, saya berbual-bual dengan anak saya.

"Ayah nak kamu contohi imam muda tadi. Sudahlah hafiz, jurutera pula.."
"Hebat betul."
"Kalau kamu tahu sejarah hidup dia, kamu akan lebih kagum."
"Ayah tahu?" Saya mengangguk.
"Dah tentu. kan ayah anak jati kampung ni."

******

Mata saya merenung ke luar tingkap rumah. Pohon nyiur melambai-lambai di kegelapan malam yang disinari cahaya purnama. Dua hari lagi, Aidilfitri menjelang tiba. Sesekali pulang ke kampung terasa kedamaiannya. Nostalgia kisah Pak Hamid terbayang kembali di ruang mata.

"Ayah nak cerita ni sekadar mengambil iktibar. Bukan hendak memburuk-burukkan orang yang telah mati.." perlahan saya memulakan cerita.
"Kenapa begitu sekali ayah?"
"Pak Hamid terkenal di kampung ini sebagai orang yang buruk perangainya. Solat tidak. Puasa tidak. Menjengah ke surau langsung tak pernah. Berjudi, minum arak dah jadi kebiasaannya."
"Ramli tu terseksa sejak kecil lagi. Dibentak-bentak. Makan minum, pakaian dan sekolahnya tidak terurus langsung..."
"Tapi macam mana dia boleh mencapai kedudukannya seperti sekarang?"
"Itulah luar biasanya Ramli ni. Dalam serba kekurangan dan cabaran itu dia gigih. Rajin belajar. Berdikari mencari rezeki."

"Ibunya macam mana?"
"Ibunya dah lama meninggal dunia. Kata orang, itulah sebabnya Pak Hamid jadi begitu. Berubah sejak kematian isteri."
"Sedih juga..."
"Kalau orang lain dah lama putus asa. Tapi Ramli tidak. Hasil keputusan cemerlang di sekolah rendah dia terus belajar ke sekolah asrama penuh Dan entah macam mana kaedah dia mampu meneruskan pencapaian akademik dan hafaz Quran sekaligus. hebat." "Sekarang ni ayah, dah ramai yang menempuh sistem ini. Ada caranya."
"Baguslah, jika berpeluang kamu ikuti jejaknya. Kembali kepada kisah Pak Hamid... dia meninggal tak lama selepas Ramli melanjutkan pelajaran ke sekolah asrama penuh. Ayah masih ingat..." saya sebak.

"Kenapa ayah?"
"Waktu Ramli pulang menjelang pengkebumian jenazah ayahnya dia menangis. Sebatang kara. Orang kampung kata macam-macam tentang arwah ayahnya. Berdosa besar. Jenazahnya berat... berat dosalah. Macam-macam. sedih ayah rasakan, Ramli yang masih muda tu terpaksa menanggung kecaman di hari kehilangan orang yang disayanginya. Mujurlah ada datuk kamu..."
"Hai, datuk pun ada peranan dalam kisah ni?" Tanya anak saya.
"Ayah masih ingat datuk kamu panggil Ramli untuk berjalan bersama dari tanah perkuburan. Ayah ada sekali."

"Apa kata datuk?"
"Ramli, kalau benar sayangkan ayah kamu... jadi anak yang soleh. Doakan dia. Itu sahaja jalannya untuk menyelamatkan ayah kamu di akhirat." Anak saya terdiam. Terkesima agaknya. Matanya mula redup.
"Datuk kamu menyambung lagi... untuk harumkan kembali nama ayah kamu di dunia, belajar sungguh-sungguh. Jadi orang yang berjaya dalam hidup. Insya Allah, kecemerlangan kamu akan menjulang kembali nama ayah kamu yang dikata-katakan orang pada hari ini."
"Macam mana reaksi Imam Ramli waktu itu?"
"Dia hanya mengesat airmata dan mengangguk-ngangguk."

"Hebat betul ayah, sekarang semuanya semacam menjadi realiti."
"Memang hebat. Anak yang baik daripada ayah yang sedemikian. Kamu bagaimana?" "Saya bertuah... ada ayah!" Saya terdiam. Terusik hati saya, adakah aku ayah yang baik?

"Kamu mesti terima kenyataan bahawa kita masih mampu menjadi anak yang soleh walaupun bapa kita bukan seorang yang soleh... Dan tidak semestinya bapa soleh maka anaknya secara automatik menjadi anak yang soleh."
"Kenapa ya?"
"Itulah bukti keadilan Allah. Dosa dan pahala tidak boleh diwariskan. Setelah akil baligh setiap kita punya potensi sendiri, nak menjadi baik atau sebaliknya."
"Jadi, seorang ayah yang soleh tak boleh membentuk anak yang soleh?"
"Tak begitu. Didikan ibu bapa sangat memainkan peranan. Anak yang dididik secara baik, berpotensi besar menjadi anak yang soleh bila dewasa nanti. Tetapi, masih ada usaha yang dia sendiri perlu lakukan untuk meneruskan program menjadi insan soleh. Jika program itu dipatuhinya, alhamdulillah. Jika menyimpang, dia terima akibatnya."

"Saya setuju dengan pandangan ayah. Inilah bukti keadilan Tuhan. Jika tidak... setiap anak terpaksa menanggung akibat kesalahan ibu bapanya tanpa berpeluang untuk mengubah keadaan dirinya."
"Ya, itulah yang dibuat oleh Imam Ramli. Demi cinta kepada ayahnya, dibela maruah ayahnya di dunia dan akhirat. Tolong buat begitu jika ayah telah tiada..." semacam wasiat pula kata-kata saya.

*******

Pada pagi raya, selepas solat Aidilfitri... kami sama-sama menziarahi pusara di pinggiran kampung. Saya lihat Imam Ramli duduk di tepi pusara ibu dan ayahnya. Saya dan anak duduk di tepi pusara insan yang paling kami sayangi... ayah saya, datuk anak saya. Lelaki yang pernah menasihati Imam Ramli. Mudah-mudahan rohnya bersemadi di sisi orang soleh. Nasihatnya sangat memberi bekas ... saya yakin ayah ikhlas waktu itu. Saya masih ingat dialog ayah dengan Imam Ramli belasan tahun yang lalu di kawasan perkuburan ini. Saya di sisi mereka. Saya melihat air mata ayah mengalir sewaktu meluahkan nasihatnya... Oh, mampukah saya seikhlas itu?

6.27.2007

Kembali bernafas -- Kembali Bernyawa


Assalamualaikum semua. Harap semua dalam keadaan sihat belaka….

Lama benar tidak menjengah ke Blog ku ini, aku kira hampir 2-3 bulan blog ini tidak mendapat sentuhan jari jemariku ini. Azamku yang baru, untuk mulakan kembali menulis atau paling tidak menempelkan mana2 berita sensasi atau kisah pengajaran yang aku jumpa buat kawan-kawan semua

Jika ada pengunjung tetap, janshah.blogspot.com akan kembali kepada anda.

InsyaAllah…

p/s: kadang kala hambatan tugas serta kesibukkan dunia melalaikanku. Aku Harap ia bukan satu tanda Allah hendak sibukkan ku dengan urusan dunia hingga terlalai serta leka dengan urusan akhirat…Ameen.

3.15.2007

Walimah Kami











3.09.2007

Jemputan


SHAHRUL EFENDI DAN ROHANA


 



Tiup serunai di atas titi


Uda memupuk
bunga Melati


Mula kenal kemudian
berjanji


Cinta tersemai dalam hati





Orang jauh dikenang-kenang

Hanya terkenang pada yang
satu


Mula berkenal kemudian
bertunang


Lafaz nikah tanda bersatu

 



Buah pauh si bunga rampai


Buat makan si anak
ikan


Dekat ka jauh ka, pakat mai
ramai-ramai


Selamat datang kami ucapkan

 










JEMPUTAN RUMAH PENGANTIN PEREMPUAN (3 FEBUARI 2007, PASIR MAS KELANTAN)





JEMPUTAN RUMAH PENGANTIN LELAKI (11 FEBUARI 2007, TAMAN BUKIT ANGKASA, PANTAI DALAM, KUALA LUMPUR)


1.20.2007

CARA TANGANI STRES


TANGANI STRES DENGAN LATIHAN PERNAFASAN


Satu latihan bernafas secara mendalam yang boleh meningkatkan pertukaran oksigen dan karbon dioksida di dalam sel tubuh. Anda boleh melegakan stres dengan melakukan langkah-langkah berikut :-




1. Berdiri dengan menjarakkan kaki dan longlaikan tangan di sisi.



2. Pejamkan mata dan biarkan kepala tunduk ke hadapan.



3. Tarik nafas perlahan-lahan melalui hidung sedala-dalamnya dengan kiraan 10.



4. Hembuskan nafas perlahan-lahan melalui hidung. terapkan perasaan lega setiap hembusan nafas.



5. Ulangi langkah-langkah di atas sebanyak 5 kali sehingga anda merasa tenang dan relaks.

6. Akhirnya buka mata anda perlahan-lahan.



TANGANI STRESS DENGAN URUTAN LEHER & BAHU


Urutan ini boleh melegakan ketegangan otot dan melancarkan perjalanan darah. Belajar cara mengurut dengan betul. Anda boleh dapatkan orang lain untuk melakukannya. Langkah-langkah ini adalah bagi orang yang mengurut (tukang urut) :






1. Minta pasangan anda duduk dengan selesa, pejamkan mata dan fikirkan tentang sesuatu yang menenangkan. Berdiri di belakangnya dan letakkan tangan di atas bahunya. (tanggalkan kaca mata jika ada)



2. Ibu jari diletakkan di bahagian tengkuk dan urut denan perlahan hingga ke bahu dan kembali ke tengkuk. Ulang 3 kali.



3. Gunakan kedua-dua tangan dan urut bahu hingga ke bahagian atas lengan. Ulang 3 kali.



4. Urut dengan ibu jari bermula dari bahgian bawah tengkuk mengarah ke luar menjauhi tulang belakang. ulang 3 kali.



5. Urut dengan ibu jari bahagian bawah tengkuk mengunakan teknik memutar.



6. Letakkan satu tangan di dahi dan satu lagi tangan di tengkuk. Dengan perlahan putarkan kepakalanya ke kanan dan kemudain ke kiri.




7. Gunakan jari-jemari untuk mengurut bahagian tengah dahi dan terus ke bahagian tepi dengan menggunakan teknik memutar. Ulang 3 kali.




8. Letakkan kembali tangan di bahagian bahu pasangan.

12.31.2006

LELAKI PILIHAN ANDA???



Memilih lelaki untuk dijadikan pasangan hidup bukan semudah memilih baju untuk hadir majlis hari jadi. Jika baju, tak suka yang itu, pilih saja yang ini. Kalau warnanya seperti tidak match, pilih saja warna yang lain.

Bagaimana hendak mengenal lelaki yang sesuai, baik dan serasi? Persoalan ini memang patut menghantui setiap orang sebab tersalah pilih, hidup akan menjadi amat tidak selesa. Macam-macam perkara boleh ditimbulkan oleh sang lelaki, tatkala dia sudah pun bergelar suami. Tidak semudah menukar baju jika ingin lari darinya. Malah dia bagaikan baju plastik yang melekat di badan.



Jika anda mendapat lelaki yang okey segala segi, anda sangat beruntung. Hidup anda akan terpenuh dengan keindahan dan kenikmatan. Tetapi jika anda mendapat lelaki yang tidak okey segala segi, ibarat anda telah menghampiri ? neraka dunia?.

Apa kriteria yang boleh anda pegang apabila memilih lelaki:



1. Bagaimana agamanya Jika dia nyata mengabaikan kewajibannya sebagai manusia yang beragama, (terutama sembahyang fardu), usahlah harapkan sesuatu yang menarik daripadanya. Mungkin dia kaya dan penyayang serta boleh memberikan semuanya, tetapi tanpa haluan menuju ketuhanan, dia bukanlah pilihan terbaik.

Betul, bukan semua lelaki yang sembahyang itu baik, tetapi sekurang-kurangnya haluan pimpinannya jelas. Agama diturunkan untuk memantau kehidupan manusia, maka manusia perlu menerima pantauan itu untuk selamat. Dalam soal ini tiada siapa terkecuali.


2. Bagaimana dia melayani ibu bapanya Seorang lelaki yang bertanggungjawab adalah seorang yang tidak pernah mengabaikan tanggungjawabnya terhadap ibu dan bapanya. Anda boleh lihat dengan jelas akan hal ini. Jika dia menangguhkan pulang ke kampung semata-mata untuk anda, dia bukanlah seorang family man, lantas bukanlah calon terbaik untuk menepati ciri-ciri lelaki pilihan.

Seorang lelaki yang mengambil berat ibu dan ayahnya adalah seorang yang boleh diharap.



3. Bagaimana dia berkelakuan sewaktu bersama anda Jika dia demand beberapa hal yang tidak munasabah dan “tidak boleh” sebelum masanya, dia bukanlah lelaki yang terbaik. Cinta tidak perlu dibuktikan dengan perlakuan-perlakuan sumbang yang membawa kemurkaan TUHAN. Ramai wanita silap dalam menafsirkan pengorbanan cinta. Berkorbanlah untuk mendapatkan cinta yang sejati, tetapi tidak usah hingga terkorban diri.

Ingat, wanita ibarat rama-rama, selagi warna sayapnya tidak terurai, selagi itulah dia diminati dan disayangi.


4. Bagaimana keluarga melayaninya Jika boleh dapatkanlah latarbelakang keluarganya. Keluarga yang rosak dan porak peranda biasanya terdiri daripada ahli yang rosak dan juga porak peranda. Perhati juga bagaimana keluarga melayaninya. Jika keluarga baik terhadapnya, itu menandakan dia baik terhadap keluarga.

5. Siapa sahabatnya Untuk mengenali dia lihatlah siapa sahabatnya. Sahabatnya adalah cermin untuk dirinya. Jika sahabat-sahabatnya adalah mereka yang baik budi pekerti serta boleh diharap, dia juga sama. Sebaliknya jika dia hanya bergaul dengan orang yang rosak akhlak, dia juga mungkin tidak terkecuali.


6. Apakah kegiatan hidupnya lantaran jika dialah pilihan anda dan putus untuk mengakhiri hubungan itu dengan perkahwinan, usah ambil mudah tentang aktiviti hidupnya, maksud saya pekerjaan serta kegemaran serta wawasannya. Ini penting sekali sebab corak kehidupan akan ditentukan oleh apa kegiatan hidupnya serta apa kegemarannya juga apa wawasannya.

Pastikan dia mempunyai pekerjaan, tidak semestinya makan gaji, perniagaan juga baik. Pertanian, perladangan, penternakan dan juga perikanan juga baik. Semua itu bidang pekerjaan yang mulia. Ramai orang tidak kisah dengan bidang pekerjaan teman lelakinya sewaktu di alam percintaan, kemudian menanggung derita setelah berkahwin apabila mengetahui sebenarnya dia tiada pekerjaan, pemalas bahkan penagih dadah. Sukailah dia dan sukailah pekerjaannya, selagi halal, adalah mulia di sisi ALLAH.


7. Lihatlah diri anda sendiri Lihatlah diri anda sendiri. Bagaimana lelaki yang anda inginkan begitulah diri anda sebenarnya. Jika anda memiliki akhlak yang baik, dia semestinya juga begitu. Jarang orang yang tidak sama peribadi boleh menjalin hubungan intim dan penuh persefahaman.


8. Semaklah dirinya berpandukan Formula 3E Ada 3 pecahan daripada Formula 3E yang boleh anda suaikan dengan peribadi dan perwatakannya.

i. Lihat sifat-sifat semula jadi serta perwatakan (negatif dan positif) melalui bulan kelahirannya. Misalnya jika dia dilahirkan pada bulan Mac, biasanya (tak wajib betul harus salah) dia seorang yang mudah merajuk, seorang perasa, baik, sensitif, romantik, tahu membalas jasa, bijak, boleh menyelesaikan masalah orang, penyayang serta setia apabila bercinta. Negatifnya dia seorang yang suka berangan-angan dan kadang-kadang sangat pemalas.

Pengetahuan anda terhadap perwatakan-perwatakan sebegini memudahkan anda mengenali sifat-sifatnya. Rumah tangga akan lebih mudah dilayari dalam keadaan anda mengetahui perwatakan?

ii. Lihat tarikh lahirnya dan buat kiraan tertentu. Setiap angka dari 1 hingga 9 boleh menerangkan wawasannya. Kita boleh membaca fikiran orang sekiranya kita tahu angka peribadinya.

iii. Kenali warna kegemarannya dan dapatkan definisinya.

Mengenali lelaki adalah cabaran utama wanita dalam langkah pertama membina cinta. Mengenali peribadi dan psikologi lelaki pula adalah langkah tuntas menuju kebahagiaan dan kecemerlangan keluarga setelah berkahwin. Lelaki bagaimanakah yang anda inginkan? Pilih, kemudian tafsir, renung dan fikir, usah suka, terus ambil kemudian kahwin lalu menderita.

Anda mampu mengubahnya.
Blog Widget by LinkWithin
 

Di Sini Kita Bermula.... Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon for Tadpole's Notez Flower Image by Dapino